Karena hari masih siang ketika kami selesai belanja, maka saya dan rombongan memutuskan untuk menghabiskan sore di pantai yang kebetulan dekat dari TPI tersebut.
Langsung saja, setibanya dipantai, anak2 berhamburan bermain ombak, sementara kami (saya dan beberapa ibu-ibu) yang "kesepuhan" ini cukup duduk2 sambil ngobrol.
Saya menikmati nya dengan jalan berteanjang kaki, menikmati pasir pantai. Tiba-tiba mata saya tertarik untuk mengamati lubang2 di pasir pantai dan juga gundukan-gundukan pasir yang terdapat disekeliling lubang-lubang tersebut.
Saya liat, kok ada kehidupan disitu, karena ada sesuatu yang bergerak-gerak. Setelah saya amati, ternyata itu adalah rumah kepiting. Anak-anak kepiting yang imut-imut itu ternyata sedang membuat sarangnya..
Cukup lama saya mengamati bagaimana si kepiting imut itu membuat sarang, mula-mula si kepiting masuk ke lubang, kemudian dia keluar sambil membawa bulatan2 pasir...jadi dia menaikkan pasir dari bawah lubang ke atas, dengan menggelindingkannya memakai kaki2 imutnya...sungguh ajaib...bagaimana seekor kepiting yang begitu kecil bisa melakukan hal seperti itu...sungguh maha kreatifnya Allah...Subhanallah..
Hari itu saya dapat pelajaran dari seekor kepiting imut, bahwa Allah menciptakan makhluknya dengan sempurna. Seekor kepiting pun yang masih imut dibekali Allah dengan kemampuan bertahan hidup, apalagi kita...manusia, yang nota bene adalah makhluknya yang paling sempurna? Pasti Allah menciptakannya dengan lebih banyak kemampuan. jadi kenapa kita kadang masih ragu dengan kemampuan kita sendiri?






Tidak ada komentar:
Posting Komentar