Kamis, Oktober 23, 2008

Bila cinta Tak Berbalas

Oleh: Iwan Yanuar

Maaf Akhi, bukannya saya tidak menghormati permintaan akhi. Tapi rasanya kita cukup menjalin ukhuwah saja dalam perjuangan. Saya doakan semoga akhi menemukan pasangan lain yang lebih baik dari saya. Amboi, bagaimana rasanya bila kalimat di atas dialami oleh para ikhwan? Bisa saja langit terasa runtuh, hati berkeping-keping. Sang pujaan hati yang kita harapkan menjadi teman setia dalam mengarungi perjalanan hidup menampik khitbah kita. Segala asa yang pernah coba ditambatkan akhirnya karam. Cinta suci sang ikhwan bertepuk sebelah tangan.

Ya drama kehidupan menuju meghligai pelaminan memang beragam. Ada yang menjalaninya dengan smooth, amat mulus, tapi ada yang berliku penuh onak duri, bahkan ada yang pupus ditengah perjalanan karena cintanya tak bertaut dalam maghligai pernikahan.
Ini bukan saja dialami oleh para ikhwan, kaum akhwat pun bias mengalaminya. Bedanya, para ikhwan mengalami secara langsung karena posisi mereka sebagai subyek/pelaku aktif dalam proses melamar. Sehingga getirnya kegagalan cinta,seandainya memang terasa getir- langsung terasa. Sedangkan kaum akhwat perasaanya lebih aman tersembunyi karena mereka umumnya berposisi pasif, menunggu pinangan. Tapi manakala sang ikhwan yang didamba memilih berlabuh dihati yang lain kekecewaan juga merebak dihati mereka. 

Mengambil sikap
Ikhwan dan akhwat rahimakumullah, siapapun berhak kecewa manakala keinginan dan cita-citanya tidak tercapai. Perasaan kecewa adalah bagian dari gharizatul baqa' (naluri mempertahankan diri) yang Allah ciptakan pada manusia. Dengannya, manusia adalah manusia bukan onggokan daging dan tulang belulang. Ia juga bukan robot yang bergerak tanpa perasaan, tapi manusia memiliki aneka emosi jiwa. Ia bisa bergembira tapi juga bisa kecewa. 

Emosi negatif, seperti perasaan kecewa akibat tertolak, bukannya tanpa hikmah. Kesedihan akan memperhalus perasaan manusia, bahkan akan meningkatkan kepekaannya pada sesama. Bila dikelola dengan baik maka akan semakin matanglah emosi yang terbentuk. Tidak meledak-ledak lalu lenyap seketika. Ia akan siap untuk kesempatan berikutnya; kecewa ataupun bergembira. Jadi mengapa tidak bersyukur manakala kita ternyata bisa kecewa? Karena berarti kita adalah mansia seutuhnya.
Kegagalan meraih cinta juga bukan pertanda bencana. Tapi akan memberikan pelajaran beharga pada manusia. Seorang filsuf bernama John Charles Salak mengatakan : Orang-orang yang gagal dibagi menjadi dua; yaitu mereka yang berfikir gagal padahal tidak pernah melakukannya, dan mereka yang melakukan kegagalan dan tak penah memikirkannya.
Karenanya kegagalan bukanlah akhir dari segalanya, tapi justru awal dari segala-galanya. Meski terdengar klise tapi ada benarnya; ambillah pelajaran dari sebuah kegagalan lalu buatlah perbaikan diri. Tentu saja itu dengan tetap mengimani qadla Allah SWT.
Agar kegagalan mengkhitbah tidak menjadi petaka, maka ikhwan dan akhwat, persiapkanlah diri sebaik-baiknya, ada beberapa langkah yang bisa diambil:
Percayai qadla
Manusia tidak suka dengan penolakan. Ia ingin semua keinginannya selalu terpenuhi. Padahal ditolak adalah salah satu bagian dari kehidupan kita. Kata seorang kawan, hidup itu adakaanya tidak bisa memilih. Perkataan itu benar adanya, cobalah kita renungkan, kita lahir kedunia ini tanpa ada pilihan; terlahir sebagai seorang pria atau wanita, berkulit coklat atau putih, berbeda suku bangsa, dsb. Demikian pula rezeki dan jodoh adalah hal yang berada di luar pilihan kita. Man propose, god dispose. Kita hanya bisa menduga dan berikhtiar, tapi Allah jua yang menentukan.
Sesungguhnya salah seorang di antara kalian dikumpulkan penciptaannya di dalam rahim ibunya selama 40 hari kemudian menjadi alaqah kemudian menjadi janin, lalu Allah mengutus malaikat dan diperintahkannya dengan empat kata dan dikatakan padanya: tulislah amalnya, rizkinya dan ajalnya.(HR.Bukhari)
Maka kokohkanlah keimanan saat momen itu terjadi pada kita. Yakinilah skenario Allah tengah berlangsung, dan jadilah penyimak yang baik dengan penuh sangka yang baik padaNya. Tanamkan dalam diri kita Allah Mahatahu yang terbaik bagi hamba-hambaNya' .
Jangan biarkan kekecewaan menggerogoti keimanan kita kepadaNya. Apalagi dengan terus menanamkan prasangka buruk padaNya. Segerahlah sadar bahwa ini adalah ujian dari Allah . akankah kita menerima qadla-Nya atau merutuknya?
Dengan demikian, fragmen yang pahit dalam kehidupan InsyaAllah akan memperkuat keyakinan kita bahwa Allah sayang pada kita. Demikian sayangnya, sampai-sampai Allah tidak rela menjodohkan kita dengan si fulan yang kita sangka sebagai pelabuhan cinta kita.

Bersiap untuk cinta dan bahagia
Seandainya ukhti menjadi istri saya, saya berjanji akan membahagiakan ukhti,demikian ungkapan keinginan para ikhwan terhadap akhwat yang akan mereka lamar. Puluhan, mungkin ratusan angan-angan kita siapkan seandainya si dia menerima pinangan cinta kita. Kita begitu siap untuk berbahagia dan membahagiakan orang lain. Sama seperti banyak orang yang ingin menjadi kaya, tenar dan dipuja banyak orang.
Sayang, banyak diantara kita yang belum siap untuk merasa kecewa. Dan ketika impian itu berakhir kita seperti terhempas. Tidak percaya bahwa itu bisa terjadi, ada akhwat yang berani' menolak pinangan kita. Bila kurang waras, mungkin akan keluar ucapan, berani-beraninya. .. atau apa yang kurang dari saya.....
Akhi dan ukhti, jangan biarkan angan-angan membuai kita dan membuat diri menjadi tulul amal, panjang angan-angan. Sadarilah semakin tinggi angan membuai kita, semakin sakit manakala tak tergapai dan terjatuh. Ambillah sikap simbang setiap saat; bersiap diri menjadi senang sekaligus kecewa. Sikap itu akan menjadi bufferl penyangga mental kita, apapun yang terjadi kelak.
Manakala kenyataan pahit yang ada di depan mata, sang akhwat menolak khitbah kita atau sang ikhwan memilih bunga' yang lain, hati ini tidak akan tercabik. Yang akan datang adalah keikhlasan dan sikap lapang dada. Demikian pula saat ia menjatuhkan pilihannya pada kita, hati ini akan bersyukur padaNya karena doa terkabul, keinginan menjadi kenyataan.
 Menakjubkan perkara seorang mukmin, sesungguhnya urusannya seluruhnya baik dan tidaklah hal itu dimiliki oleh seseorang kecuali bagi seorang mukmin. Jika mendapat nikmat ia bersyukur maka hal itu baik baginya, dan jika menderita kesusahan ia bersabar maka hal itu lebih baik baginya. (HR. Muslim)

Bukan Aib
Ditolak? Emang enak! Wah, mungkin demikian pikiran sebagian ikhwan. Malu, kesal dan kecewa menjadi satu. Tapi itulah bentuk perjuangan' menuju pernikahan. Kita tidak akan pernah tahu apakah sang pujaan menerima atau menolak kita, kecuali setelah mengajukan pinangan padanya. Manakala ditolak tidak usah malu, bukan cuma kita yang pernah ditolak, banyak ikhwan yang senasib' dan sependeritaan' .
Saatnya berjiwa besar ketika ditolak. Tidak perlu merasa terhina. Demikian pula saat banyak orang tahu hal itu. Bukankah apa yang kita lakukan adalah sesuatu yang benar? Mengapa mesti malu.

Kita mungkin takkan Bahagia'
Marah-marah karena lamaran tertolak? Mendoakan keburukan pada ikhwan yang tidak mencintai kita? Itu bukan sikap seorang muslim/muslimah yang baik. Tidak ada yang bisa melarang seseorang untuk jatuh cinta maupun menolak cinta. Sebagaimana kita punya hak untuk mencintai dan melamar orang, maka ada pula hak yang diberikan agama pada orang lain untuk menolak pinangan kita. Bahkan dalam kehidupan rumah tangga pun seorang suami dan istri diberikan hak oleh Allah SWT. Untuk membatalkan sebuah ikatan pernikahan.
Mengapa ada hak penolakan cinta yang diberikan Allah pada kita? Bahkan dalam pernikahan ada pintu keluar perceraian'? jawabannya adalah sangat mungkin manusia yang jatuh cinta atau setelah membangun rumah tangga, ternyata tak kunjung memperoleh kebahagiaan ( al hanaah ) dari pasangannya, maka tiada guna mempertahankan sebuah bahtera rumah tangga bila kebahagiaan dan ketentraman tak dapat diraih. Wallahu'alam bi ash shawab
Talak (yang dapat dirujuki) dua kali. Setelah itu boleh rujuk lagi dengan cara yang ma'ruf atau menceraikan dengan cara yang baik. ( Al-Baqarah[2] :229 )
Berpikir positiflah manakala cinta tak berbalas. Belum tentu kita memperoleh kebahagiaan bila hidup bersamanya. Apa yang kita pandang baik secara kasat mata, belum tentu berbuah kebaikan di kemudian hari.
Adakalanya keinginan untuk hidup bersama orang yang kita idamkan begitu menggoda. Tapi bila ternyata cinta kita bertepuk sebelah tangan, untuk apa semua kita pikirkan lagi? Allah Maha Pangatur, ia pasti akan mempertemukan kita dengan orang yang memberikan kebahagiaan seperti yang kita angankan. Bahkan mungkin lebih dari yang kita harapkan.
Be positive thinking, suatu hari kelak ketika antum telah menikah dengan orang lain bukan dengan si dia yang antum idamkan- niscaya antum takjub dengan kebahagiaan yang antum rasakan. Percayalah banyak orang yang telah merasakan hal demikian.

Saya tak mungkin berbahagia tanpanya'
ini adalah perangkap, ia akan memenjarakan kita terus menerus dalam kekecewaan. Perasaan ini juga menghambat kita untuk mendapatkan kesempatan berbahagia dengan orang lain. Mereka yang terus menerus mengingat orang yang pernah menolaknya, dan masih terbius dengan angan-angannya sebenarnya tengah menyiksa perasaan mereka sendiri dan menutup peluang untuk bahagia.
Mari berpikir jernih, untuk apa memikirkan orang lain yang sudah menjalani kehidupannya sendiri? Jangan biarkan orang lain membatalkan kebahagiaan kita. Diri kitalah yang bisa menciptakannya sendiri. Untuk itu tanamkan optimisme dan keyakinan terhadap qadla Allah SWT. Insya Allah, akan ada orang yang membahagiakan kita kelak.

Cinta membutuhkan waktu
maukah ukhti menjadi istri saya? Saya tunggu jawaban ukhti dalam waktu 1 X 24 jam! Masya Allah, cinta bukanlah martabak telor yang bisa di tunggu waktu matangnya. Ia berproses, apalagi berbicara rumah tangga, pastinya banyak pertimbangan- pertimbangan yang harus dipikirkan. Ada unsur keluarga yang harus berperan. Selain juga ada pilihan-pilihan yang mungkin bisa diambil.
Jadi harap dipahami bila kesempatan datangnya cinta itu menunggu waktu. Seorang akhwat yang akan dilamar, contoh extrim pada kasus diatas- bisa jadi tidak serta merta menjawab. Biarkanlah ia berpikir dengan jernih sampai akhirnya ia melahirkan keputusan. Jadi cara berpikir seperti di atas sebenarnya lebih cocok dimiliki anggota tim SWAT ketimbang orang yang berkhitbah

Ideal bagus, Tapi realistik adalah sempurna

Suami yang saya dambakan adalah yang bertanggungjawab pada keluarga, giat berdakwah dan rajin beribadah, cerdas serta pengertian, penyayang, humoris, mapan dan juga tampan. Itu mungkin suami dambaan Anda duhai Ukhti . tapi jangan marah bila saya katakan bahwa seandainya kriteria itu adalah harga mati yang tak tertawar, maka yang ukhti butuhkan bukanlah seorang ikhwan melainkan kitab-kitab pembinaan. Kenyataannya tidak ada satupun lelaki didunia ini yang bisa memenuhi semua keinginan kita. Ada yang mapan tapi kurang rupawan, ada yang rajin beribadah tapi kurang mapan, ada yang giat dakwah dakwah tapi selalu merasa benar sendiri, dsb.
Ini bukan berarti kita tidak boleh memiliki kriteria bagi calon suami/istri kita, lantas membuat kita mengubah prinsip menjadi yang penting akhwat atau yang penting ikhwan. Tapi realistislah, setiap menusia punya kekurangan  sekaligus kelebihan. Mereka yang menikah adalah orang-orang yang berani menerima kekurangan pasangannya, bukan orang-orang yang sempurna. Tapi berpikir realistis terhadap orang yang akan melamar kita, atau yang akan kita lamar, adalah kesempurnaan
Maka doa kita kepada Allah bukanlah,berikanlah padaku pasangan yang sempurna tetapi ya Allah, karuniakanlah padaku pasangan yang baik bagi agamaku dan duniaku.

Kekuatan Ruhiyah
Percaya diri itu harus, tapi overselfconfidence adalah kesalahan. Jangan terlalu percaya diri akhi bahwa lamaran antum diterima. Jangan juga terlalu yakin ukhti, bahwa sang pujaan akan datang ke rumah anti. Perjodohan adalah perkara gaib. Tanpa ada seorang pun yang tahu kapan dan dengan siapa kita akan berjodoh. Cinta dan berjodohan tidak mengenal status dan identifikasi fisik. Bukan karena ukhti cantik maka para ikhwan menyukai ukhti. Juga bukan karena akhi seorang hamalatud da'wah lalu setiap akhwat mendambakannya.
Kita tidak bisa mengukur kebahagiaan orang lain menurut persepsi kita. Bukankah sering kita melihat seseorang yang menurut kita luar biasa berjodoh dengan yang biasa-biasa' . Seperti seringnya kita melihat pasangan yang ganteng dan cantik, populer tapi kemudian berpisah. Inilah rahasia cinta dan perjodohan, tidak bisa terukur dengan ukuran-ukuran manusia
Maka landasilah rasa percaya diri kita dengan sikap tawakal kepada Allah. Kita berserah diri kepadaNya akan keputusan yang ia berikan. Jauhilah sikap takkabur dan sombong. Karena itu semua hanya akan membuat diri kita rendah dihadapan Allah dan orang lain. Intinya saya bermaksud mengatakan jangan ke-ge-er-an' dengan segala title dan atribut yang melekat pada diri kita.
Beri cinta kesempata (lagi)
..........dan jangan kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah, melainkan kaum yang kafir. ( QS. Yusuf[12]:87 )
bersedih hati karena gagal bersanding dengan dambaan hati wajar adanya. Tapi bukan alasan untuk menyurutkan langkah berumah tangga. Dunia ini luas, demikian pula dengan orang-orang yang mencintai kita. Kegagalan cinta bukan berarti kita tidak berhak bahagia atau tidak bisa meraih kebahagiaan. Bila hari ini Allah belum mempertemukan kita dengan orang yang kita cintai, insyaAllah ia akan datang esok atau lusa, atau kapanpun ia menghendaki, itu adalah bagian dari kekuasaanNya
cinta juga berproses. Ia membutuhkan waktu. Ia bisa datang dengan cepat tak terduga atau mungkin tidak seperti yang kita harapkan. Ada orang yang dengan cepat berumah tangga, tapi ada pula yang merasakan segalanya berjalan lambat, namun tidak pernah ada kata terlambat untuk merasakan kebahagiaan dalam pernikahan. Beri kesempatan diri kita untuk kembali merasakan kehangatan cinta. "love is knocking outside the door.' Kata musisi Tesla dalam senandung love will find a way. Tidak pernah ada kata menyerah untuk meraih kebahagiaan dalam naungan ridhoNya. Yang pokok, ikhwan atau akhwat yang kelak akan menjadi pasangan kita adalah mereka yang dirihoi agamanya.
jika melamar kepada kalian seseorang yang kalian ridho agamanya dan akhlaknya maka nikahkanlah ia, bila kalian tidak melakukannya maka akan ada fitnah di muka bumi dan kerusakan yang nyata (HR. Turmudzi)
  Wanita dinikahi karena satu dari tiga hal; dinikahi karena hartanya, dinikahi karena kecantikannya, dinikahi karena agamanya. Maka pilihlah yang memiliki agama dan akhlak (mulia) niscaya selamat dirimu.(HR.Ahmad)

diambil dari : dudung.net

Cara Membuat Kotak Komentar

Udah capek-capek bikin artikel di blog, tapi ga ada yang membaca ato mengomentari? Pasti sebel dong...
Pasti suka dong kalo artikel kita bisa dibaca dan dikomentari oleh para pengunjung, sehingga kita bisa mendapatkan umpan balik atas apa yang telah kita bahas dalam artikel..
Gimana sih caranya bikin kotak komentar di bawah posting?

ternyata simpel banget kok caranya, ini juga aku dapat dari belajar Ngeblog Petunjuknya cukup mudah diikuti. Tinggal nyontek aje. InsyaAllah berhasil..Hore...berhasil...berhasil...

Rabu, Oktober 22, 2008

Panduan Cari Jodoh

oleh Siti Aisyah Nurmi

Dewasa ini angka bujang dan gadis yang belum menikah di usia kepala tiga semakin meningkat.


Dalam tulisan yang lalu sudah disinggung tentang ayat Allah SWT yang menjadi janji baku dalam perjodohan. Sederhana saja, yaitu jika ingin mendapatkan jodoh yang baik maka berusahalah menjadi pribadi yang baik.

Dalam kesempatan ini coba kita tinjau apakah ada usaha-usaha lain yang dapat dilakukan seseorang untuk mencari jodoh secara aktif dengan cara yang dapat dipertanggung jawabkan secara syariat Islam.

Dewasa ini angka bujang dan gadis yang belum menikah di usia kepala tiga semakin meningkat. Banyak alasan, antara lain karena semakin melonggarnya hubungan kekerabatan keluarga besar (extended family) yang mengakibatkan profesi ”mak comblang” menghilang, semakin tingginya
pendidikan anak gadis yang membuat para bujang enggan melamar, semakin enggannya anak gadis dan bujang untuk segera menikah dengan alasan ”mau sekolah dulu” atau ”mau cari kerja dulu”, semakin enggannya anak muda menerima perjodohan keluarga dan lain-lain.

Pada gilirannya hal-hal ini sebenarnya membentuk semacam bom waktu diam-diam di kalangan keluarga yang memiliki anak gadis yang masih sendirian. Memang, budaya negeri kita masih memegang erat tradisi harus menikah bagi anggota keluarganya, agar tak diejek sebagai ”tidak laku” atau dianggap tidak memalukan keluarga. Budaya kita memang sedang berubah, namun masih ada yang mempedulikan hal-hal semacam ini.

Bagi mereka para ”singlers” (yang masih belum berpasangan) yang ingin melihat kemungkinan mencari jodoh, mudah-mudahan tips-tips berikut bermanfaat.

Pertama, fahami sifat takdir perjodohan, sebagaimana di tulisan lalu. Juga fahami sifat takdir secara umum yaitu : ditentukan oleh Allah baik siapa-nya, maupun kapannya. Apapun yang kita usahakan, baik mengarahkan keinginan dan usaha ke orang tertentu maupun menentukan waktu tertentu, akhirnya yang terlaksana adalah yang sudah ditentukan Allah SWT. Namun, Alhamdulillah sebagai manusia kita tak mengetahui yang ghaib kecuali yang diberitahu Allah. Dalam keadaan ketidak tahuan tersebut, terbukalah ruang doa dan usaha yang cukup luas. Dengan menyadari bahwa Pemilik segala urusan adalah Allah, maka seluruh harapan kita memang sebaiknya dikerahkan kepadaNya semata.

Kedua, sebanyak mungkin mempelajari apa saja yang menjadi tanggung jawab suami atau istri dalam sebuah rumahtangga Islami, kemudian mencoba mengukur diri seberapa jauh diri kita sudah sanggup memenuhi bagian kita. Jika anda wanita, maka apakah sudah siap menjadi istri sholihah yang diharapkan seorang suami yang sholeh? ”Siap berusaha menjadi...” bukan berarti sudah memastikan diri sudah sholeh atau sholihah. Manusia tidak akan mencapai titik sempurna, namun setiap usaha ke arah kebaikan akan disambut Allah dengan kesanggupan. Yang penting sudah termotivasi sesuai dengan penmahaman yang benar.

Ketiga, berbekal pengetahuan tentang profil rumahtangga Islami, maka kemudian buatlah semacam perencanaan atau gambaran kasar rumahtangga semacam apa yang anda inginkan bersama pasangan hidup anda kelak. Tentu disesuaikan dengan faktor-faktor budaya dan selera anda pada ruang-ruang yang dimungkinkan syariat Islam. Gambaran kasar ini Insya Allah akan berguna pada saat sang calon sudah ada. Perencanaan atau gambaran kasar ini adalah bahan diskusi dengannya. Banyak orang ketika sudah punya calon pendamping (misal pacar) kemudian mendiskusikan berbagai hal yang kurang penting, misalnya rumah seperti apa yang akan dipilih, bagaimana desain kamar tidur atau siapa nama anak nanti. Hendaknya diskusikanlah hal-hal terpenting, seperti komitmen untuk menegakkan Islam dalam rumahtangga dan bagaimana cara menyelesaikan konflik.

Keempat, maka mulailah ”perburuan jodoh” yang sebenarnya. Berburu? Ya, dengan cara yang benar. Berburulah di waktu-waktu sepertiga malam yang akhir, di atas sajadah dengan segala kerendahan hati, menghiba kepada sang Pemilik Urusan, yaitu Allah. Dalam berdoa, sebutkanlah lengkap segala krietria yang anda inginkan dan bagaimana gambaran rumahtangga yang anda harapkan. Akhirilah dengan pernyataan: ”Jika itu semua baik MenurutMu ya Allah, kabulkanlah segera dan mudahkanlah. Namun jika kurang baik MenurutMu, tunjukilah padaku yang lebih baik, dan siapkanlah diriku menerimanya, Amin.”

Dengan memasang hati seperti ini, Insya Allah siapapun siap menerima takdir dan Insya Allah menadapat yang terbaik, sebab Allah tidak pernah menyia-nyiakan hambaNya. Dalam langkah ke empat ini, ada beberapa kit yang perlu dicatat. Dalam tahapan berburu melalui doa, hendaknya mempelajari keadaan-keadaan apa saja yang termasuk saat-saat mustajab dalam berdoa. Misalnya saat hujan baru mulai turun, saat sedang mengalami kesulitan, saat sedang sakit, saat sedang ada jenazah, antara adzan dan iqamat setiap waktu shalat wajib, saat tengah malam ketika tahajjud dlsb. Khususkanlah membaca doa untuk berburu jodoh ini pada saat-saat
tersebut. Jika anda kebetulan sedang hajji, maka lebih banyak lagi alternatif tempat dan saat mustajab sepanjang perjalanan mulia tersebut.

Ada kisah, seorang yang akan berangkat haji diminta oleh tetangganya untuk mendoakan agar anak gadis si tetangga itu segera mendapat jodoh. Sang calon haji ini kemudian berangkat dan setiap ada kesempatan di manapun membaca doa-doa titipan handai taulan, iapun serius melakukannya setelah membaca doa-doanya sendiri.
Sepanjang perjalanan hajinya yang 30 hari iapun berkali-kali membaca doa tetangganya tersebut, termasuk di depan Ka’bah dan di hari Arafah. Iapun pulang setelah meninggalkan tanah air selama sebulan. Betapa terkejutnya ia ketika sampai di rumah ia melihat bekas-bekas ada pesta kawinan di sekitar rumahnya, ternyata tetangganya kemarin baru saja menikahkan anak gadis mereka tersebut. Ia tidak diundang sebab, baru pulang keesokan harinya. Rupanya, proses lamaran dan aqad sedemikian capat dan lancar hingga dalam jarak kurang dari sebulan sudah selesai, padahal ketika minta didoakan sebelum tetangganya berangkat, sang anak gadis dan orangtuanya sama sekali belum punya bayangan siapa calonnya. Subhanallah, begitulah kekuatan doa. Wallahu a’lam

Sumber : www.eramuslim.com

Jumat, Agustus 08, 2008

Heboh WajanBolic

Waktu pertama kali membaca artikel wajan bolic, saya sama sekali tidak tertarik untuk mengetahui lebih lanjut apalagi ingin mencobanya. Karena aku pikir...aah..masih hal yang mustahil buat dipake di kota kecil seperti tempat tinggal saya ini.

Tapi ketika kemudian ada teman yang membicarakannya, dan mengatakan bahwa ada beberapa orang yang menggunakannya, dan ternyata hasilnya bagus....ah, jadinya tertarik juga nih pengen nyoba bikin. Lumayan kan bisa internetan gratis..wow!!

Buat anda yang tertarik ingin tau lebih banyak tentang wajanbolic silahkan kunjungi beberapa link berikut

Jumat, Juli 25, 2008

Bekal Bisnis Online

Bisnis online sudah menjadi suatu bisnis yang sangat menggiurkan, dan memang telah terbukti banyak orang yang berhasil mendapatkan dollar dari bisnis online ini.

Meskipun kelihatannya mudah, tapi bagi para pemula terutama yang tidak memiliki basic ilmu komputer, seperti saya :-) terjun ke bisnis online ini bisa menjadi terasa sangat sulit. Dibutuhkan tekad dan kemauan yang tinggi untuk bisa tetap "menjaga semangat" agar tidak menyerah ketika menemui kegagalan. Maklum, sebagai pemula, harus banyak belajar tentang internet itu sendiri, bagaimana membuat web yang menarik, mengelola web dan juga memasarkannya untuk mendapatkan traffic yang tinggi.

Disamping itu jika terjun ke bisnis online, sediakan waktu minimal 2 jam perhari untuk mengelola web atau blog, namun jangan kuatir jika bisnis sudah berjalan dan telah memiliki sistem yang baik, maka waktu yang harus disediakan bisa diperpendek...

Jangan lupa juga sediakan biaya, karena bagaiamana pun tidak ada bisnis tanpa modal. Walaupun internet banyak menyediakan hal-hal yang gratisan, tapi setidaknya perlu biaya untuk koneksi internet.

Namun jangan merasa kecil hati, asal tetap semangat, terus belajar, jangan mudah menyerah, InsyaAllah keberhasilan ada ditangan, dan jangan lupa siapkan rekening untuk menampung dollar yang segera membanjiri... :-)

Selasa, Juni 10, 2008

Differences Between Online and Offline Business

Differences Between Online and Offline Business

by: Tsuyoshi Suzuki

Introduction
Online marketing is a billion dollar industry that is fast overtaking the traditional means of advertising. Online marketing, (also known as web marketing, search engine marketing, SEO or internet marketing) is vital in today's internet savvy world. It has been proven to be the most cost effective investment in capturing targeted product enquiries and online sales, resulting in a growth for your bottom line and your business. It helps you to promote your business and is extremely cost effective and measurable. Differences Between Online & Offline Business
Business
Internet marketing is associated with several business models. More and more flea market sellers are putting their items up for sale online and running their business out of their homes. For both companies and consumers that participate in online business, security concerns are very important. The main models include business-to-business (B2B) and business-to-consumer (B2C). Are only experienced in some areas of online marketing and will sell you this whether its right for your business or not. Most companies will promise you the world to get your business. It allows people to stay in touch, information to be found quickly, and businesses to reach potential clients all on a much more cost effective basis than ever before.
Media
The Internet has brought many unique benefits to marketing including low costs in distributing information and media to a global audience. The interactive nature of Internet media, both in terms of instant response, and in eliciting response at all, are both unique qualities of Internet marketing. Internet marketing is the process of growing and promoting an organization using online media. Compared to traditional media, such as print, radio and TV, Internet marketing can have a relatively low cost of entry.
Strategy
Internet marketing strategy includes all aspects of online advertising products, services, and websites, including search engine marketing, public relations, social media, market research, email marketing, and direct sales. But what most companies overlook is that before you do any form of web marketing you need to have a clear out that will work for your particular business, in your particular industry. Do not focus first on understanding your business and creating the correct marketing strategy, instead they blast away with your dollars and hope for the best. A well thought through this system strategy demands thorough understanding of the internet. Online marketing website providing simple easy to understand tactics and information on how to implement a successful online marketing strategy for your website. Due to the increase number of search engine users it is advisable to have an impelling Online Marketing strategy to make a good business.
Conclusion
Online marketing has been proven to be the most cost effective investment in capturing targeted product enquiries and online sales, resulting in a growth for your bottom line and your business. Online marketing is helps you to promote your business on the Internet and eMarketer provides the information marketers need to keep up-to-date with trends and developments in online marketing and emerging media. Therefore, the website owner could make use of the many online marketing companies.

Senin, Mei 26, 2008

Bisnis Online : Google Adsense

PANDUAN BISNIS ONLINE BAGI PEMULA

“GOOGLE ADSENSE”

Salah satu sumber penghasilan yang bisa kita gali dari bisnis online / internet adalah melalui adsense.
Dan adsense yang paling popular adalah miliknya google (biasa disebut google adsense), karena reputasi google yang sangat terpercaya, dan sudah banyak bukti dari mereka yang menggeluti bisnis online yang mendapatkan penghasilan tambahan dari google adsense.

Pada intinya jika kita memutuskan untuk memasang google adsense di blog kita, berarti kita menjadi “tenaga pemasarannya” google, karena kita memasang ads/iklan di blog kita. Diharapkan jika ada pengunjung web/blog kita dan meng-klik iklan-nya google, maka kita akan mendapatkan “fee” dari google.
Trus bagaimana cara agar kita bisa menampilkan ads-nya google?
Caranya sangat mudah!

Kita hanya perlu memasukkan kode/script adsense pada blog kita, nantinya google akan secara otomatis menampilkan iklan di blog kita. Dan hebatnya, iklan yang ditampilkan google akan disesuaikan dengan tema dari blog kita…Hebat euy si google ini!!
Untuk contohnya bisa dilihat di halaman blog “‘bisnis online” ini dibagian side bar, lihat di kolom “iklan dari google”
Dimana kita bisa mendaftar Adsense?

Kita bisa mendaftar adsense di situs : www.google.com/adsense
Nanti kita akan dibawa ke halaman pendaftaran. Klik dibagian “Click Here To Apply”. Kemudian silahkan isi formulir yang tersedia. Ingat anda harus menuliskan pada bagian payee name sesuai dengan yang tercetak di KTP, untuk mengantisipasi jika nantinya kita dapat cek dari google maka kita tidak akan kesulitan untuk menguangkannya.

Semudah itu. Dan anda sudah terdaftar di google adsense. Kita hanya perlu daftar sekali saja, untuk bisa kita pakai di blog manapun dan berapapun yang kita punya.
Sekarang kita sudah punya account di google adsense..trus bagaimana caranya menambahkan kode Adsense di blog?
Pertama-tama loginlah di www.google.com/adsense manggunakan user ID dan password yang sudah anda miliki. Kita akan dibawa masuk ke halaman adsense.

Oh ya sebelumnya ada 2 macam Adsense yg disediakan google yaitu adsense for search dan adsense for content.
Apa bedanya? Jika kita pilih Adsense for search, maka bentuk iklannya berupa “kotak pencarian” atau semacam “search engine” dan apabila kita pilih Adsense for content maka bentuk iklannya berupa teks atau banner, bisa pula berupa teks dan banner.
Silahkan pilih yang anda suka. Jika pilih adsense for content, klik pada bagian “adsense for content”

Kemudian pilih type ads nya, layoutnya, anda juga bisa pilih warna teks maupun background melalui “color palletes”
Jika semua sudah, masuklah ke bagian Get adsense code…..eeeng ing eeng…

Nah disitu bisa kita temukan kode2 adsense yang nantinya bisa masukkan ke blog kita. Cukup copy paste lewat halaman layout, kode html..atau bisa melalui layout, tambahkan halaman, pilih kode html..
Jika semua sudah dilakukan..tunggulahbeberapa saat sampai iklan google muncul di blog kita..

Proses ini bisa cepat, bisa pula lambat, karena google memerlukan waktu untuk memferivikasi blog kita dan memilihkan tema iklan yang tepat..
Jika iklan google sudah muncul di blog kita..tugas kita selanjutnya adalah “memasarkan” blog, agar bisa menarik sebanyak mungkin pengunjung…Karena semakin banyak pengunjung, maka kemungkinan untuk mendapatkan prospek yang akan nge-klik iklan semakin banyak..itu berarti kemungkinan kita dapet fee dari google juga makin besar….

Oke sekian dulu tips triknya bisnis online..terutama tentang google adsense..semoga bermanfaat..

Bisnis online…dahsyat!!!

Kamis, Mei 22, 2008

4 Things Affiliate Marketers Need

by: Tabitha Palmer

Here's my response, along with some information on what it takes to be successful as an affiliate marketer and tips on how to make affiliate marketing work for you as an online home business. You may not think that having a home business provides as much security, but you won't get laid off and you won't be called back into the office, and you should almost always get along with the Boss. In my mind, all of this makes the idea of starting a home business all the more appealing. There are thousands of work at home jobs and home business opportunities on the Internet.
Here's my response, along with some information on what it takes to be successful as an affiliate marketer and tips on how to make affiliate marketing work for you as an online home business. You may not think that having a home business provides as much security, but you won't get laid off and you won't be called back into the office, and you should almost always get along with the Boss. In my mind, all of this makes the idea of starting a home business all the more appealing. There are thousands of work at home jobs and home business opportunities on the Internet.
Useful Tips
1) Starting a successful online business begins with research.
Look into every aspect of your business, Are you going to need inventory, storage, up front money? Websites, domains, and hosts are very important factors in research! The wrong web host and you are doomed from the beginning*. Write it all down so you can look back from time to time. Research your niche, by that I mean what kind of business would best suit you and your needs. What are you good at? Think about this question before you go any further and write down your answers so you can research them.
2) Websites, domains, and web hosts are crucial in your success.
Like I said above*, Most Internet businesses, that have a drive to succeed, focus all of their time and resources on building a great site, and then trying to drive tons of traffic to that site. I recommend staying away from Free web hosting for a business , Most free hosting has drawbacks such as they reserve the right to place ads of all kinds on your site, this looks very unprofessional and will make you lose business in the long run, so beware, free isn’t always good. Check out reviews on the host of your choice to make sure they have good credibility standards on the internet. I personally recommend Host 4 Profit as they have always had great customer service, and they, to my knowledge, are rarely if ever down like some hosts I’ve ran across in the past. Anyway, research this one immensely.
3) One of the biggest key factors in building a successful online business is traffic.
Only after you have chosen the right name and host for your business should you move to this step. There are many Free ways to get traffic on the web; Articles, blogs, free advertising sites there are plenty of, traffic exchanges like Traffic Swarm, Traffic G, etc. Making sure you get enough backlinks to your site makes the Big difference. Search engines like Google, Yahoo, MSN will not pick you up if they can’t find you. Make your website available to be found by getting your link on everything you can, but always staying within the rules of advertising, otherwise you do more damage than good to your business. If you have NO traffic, you have NO sales. No sales equals No Business. You see the effect here.
4) Perseverance, it’s not something you can find online it’s something you have to find within.
I know you’re thinking now why did I put that in there. Perseverance is what you will need most when you start and try to maintain an affiliate marketing online business. When you work at home you get to set your own hours and granted you can even work while still in your PJ’s but at home there are constant distractions to stop you from staying on task. Someone will stop by, the kids will start fighting, emergencies arise, the phone never stops ringing, etc… You name it, it will be sure to happen. This is why perseverance is in my top 10 tips to maintain a successful online business. You must make it a point every night before going to bed to make a ‘to do’ list for the next day concerning your business. This strategy has helped me most of all and it keeps me on task.
Quote of the Day: "Any Statement made after the phrase 'I AM' has power, whether positive or negative, it will have power"
To Your Success and Happiness In your NEW Life!

Senin, Mei 19, 2008

How to make email marketing works for your business

How to Make Email Marketing Works for Your Business
by: Mr JH Saw

Topic 1 ~ Your Email Subject Lines ~
How To Write A Good E-mail Subject Lines That Works?
Here are the 5 tips:
1. Ask a question. One of the best ways to get a reader's attention is to ask a question. But like a trial lawyer questioning a witness on the stand, make sure it'll get you the response you're looking for. "What's the best way to grow your business?" is a great subject line for business owners. After all, what business owner wouldn't want to grow his or her business? Or let's say you run a health club. An e-mail with the subject line, "How can you lose 5 pounds in one month?" would certainly be compelling. It's important your question be relevant to your audience.
2. Be a tease. A clever subject line can be enticing. When it's done right, reader curiosity is piqued. They want to know more--and they'll open your e-mail. Writing a teaser-style subject line requires some creativity, and your content needs to deliver. A company that sells high-definition TVs could use the subject line, "You're not going to believe your eyes" as a teaser to introduce a new addition to their product line.
3. Tell it like it is. Often, what works best is to say exactly what you want your reader to know. Examples of this straightforward approach are, "Sale on all sweaters this weekend," "Master jazz pianist plays live this Friday" and "The seven secrets of a profitable business." This just-the-facts approach works especially well when you can appeal directly to your audience's interests. It's also the best approach to use when you send a newsletter.
4. Remember "WIIFM". When a person gets your e-mail, the first thing they consider is "what's in it for me?" They have a decision to make. Do they open your e-mail, leave it for later or delete it? If there isn't something about the subject line that lets them know why it's worth their precious time to see what's inside, then the choice will be clear. Keep WIIFM in mind when creating every aspect of your e-mails, including the offer, content, images--and most definitely the subject line. It's all about them. They know that; just make sure you know it, too.
5. Get personal. The more you can make each contact feel you're speaking directly to them, the more effective your communication will be. Whatever style of subject line you use, you can make it personal by using the word "you." Professional copywriters know the secret of using this powerful little word. Just look at the advertisements, mail and e-mail you receive. A few examples are, "Find the right swimsuit for you," "You can save 50 percent on travel," and "You'd look phenomenal in a custom-tailored suit." "You" is ideal, but "your" works too.
6. Not sure which approach is right for you? Try them all, and then show a friend or colleague to get their feedback. Pick the one you believe will be most effective for your audience. Whichever approach you choose, it's always worth spending the time and effort to write a great subject line. Because if your readers don't open your e-mail, they'll never have the chance to read the important message you've created for them inside.
Topic 2 ~ Increase Click-Through Rate (CTR) ~
How to Increased Click-Through Rate (CTR)?
Here are some guidelines:
1. Include a feature, a benefit, and an advantage in the opening. This needs to be used in a subtle way, but in the opening you're really doing a small marketing job for this issue of your email newsletter. Highlight an article or two that are important, explain what you're providing the readers that they won't get elsewhere, and tell them what the benefit will be. A great example is something like "Nokia and Sprint announced second quarter earnings today. Learn what our Wireless Week experts say about the results, and what effect you can expect them to have on the industry at large."
2. Put the email newsletter in the context of your readers' day. This goes hand in hand with the last point. Your readers are busy, and if you can make a compelling case for why they should stop what they are doing and take a few minutes now to read your email newsletter, you'll get them in. We recommend editors reference important events, upcoming trade shows, or other things that say to the reader "You will find it worthwhile to stop and read this email newsletter now, because the information in it will help you stay on top of your business."
3. Keep it fresh. Don't craft a "perfect paragraph" and use it issue after issue after issue. One of the keys to success is to keep the copy fresh and highlight items in that issue of the email newsletter. If you use the same generic language repeatedly, people will stop reading it and it'll be a waste of your time.
4. Keep it short. This is critical. We recommend no more than two to three sentences -- just enough to get them interested and pull them in to read the rest of your email newsletter. Try it out and see the results! This is just one of the simple things you can do to engage your reader and optimize your CTR.
Topic 3 ~ Killer Email Sales Letter ~
How to Write Killer Email Sales Letter That Get Results?
Here are what we've found works best. Use these tips properly and your results will skyrocket.
1. Your email "from" sender line should be your brand name or company name and stay consistent. Use your own personal name only if that is your brand image.
2. Send emails only when you have something to say that will benefit the reader. No fluff. No filler. You must be relevant. If you can't be, don't send an email until you have something beneficial to say.
3. Start your emails with the specific benefit the reader can get from your message. You have no more than 3 seconds to pass the crucial "what's in it for me?" test.
4. The copywriting tone and language should be personal and conversational, instead of stuffy and "corporate".
5. Make a specific offer to the reader and, if possible, include a short deadline by which he must respond to get it.
6. Use as much copy as is needed to fully pile on all the benefits the reader will get by ordering, answer objections, create urgency, and close the sale.
7. Test your subject lines and offers on small segments of your list before you send the email to your entire list.
8. Include "Email this to a friend" service in all your communications for pass along and viral marketing.
Topic 4 ~ Good Call-to-Action ~
Get More Clicks With a Good Call-to-Action! The call-to-action is a determining factor of your click-through rate. It is an important component of your email copy because it answers three important questions for the recipient.
They are:
1. What you want them to do
2. Why they should do it, and
3. How to take that next step. Whatever action you want your recipients to take, you can make it happen more often with a good call-to-action.
First, decide what you want them to do:
1. Buy something
2. Sign up for a service
3. Fill out a form
4. Read an article or get more information
5. Visit your website or store 6. Make an appointment Etc…
Then, make sure you incorporate these 6 characteristics to get the results you're looking for. Make your call-to action:
1. Visible - People read, react, make decisions and take action differently. Some make decisions right away ("You had me at hello.") and some need more details ("I'm from Missouri."). Place call-to-action links in the beginning, middle and end of the email so that recipients can click whenever they are ready.
2. Clear - Stick to simple words, short phrases, bulleted benefits and paragraphs of 1-3 short sentences. Include appropriate graphics and cut the clutter by making effective use of white space.
3. Compelling - Use action-oriented verbs and phrases: "buy now," "call today," "save" and so on.
4. Rewarding - Offer an incentive or reward for action. For example, "Act now and also receives...," or "the First 100 respondents will be entered into a raffle to win..." The giveaway, or prize, you choose should be closely related to your product or service. That way, you will be targeting customers who are interested in what you have to offer, not just the latest gadget.
5. Urgent - The longer an email sits in an inbox, the less likely it is to be acted on. Create a sense of urgency to get a more immediate response. Try limiting the offer to a specific time period, to the "first 50 customers," "while supplies last," etc.
6. Direct - Your call-to-action links should go to the appropriate page on your website with more details on the specific product or service you're promoting. If you don't have a website, the call-to-action might be store locations to visit or a number to call for an appointment.
Keep in mind that, in addition to repeating your call-to-action, you can vary your call-to-action to appeal to different types of buyers (and to fit your sales cycle). For example: "Click here to buy now" will naturally work better with loyal customers. The softer, "Click here to learn more" may be better for newer prospects.
Topic 5 ~ Avoid Common Pitfalls ~
Read Your Email Message Backwards to Avoid Common Pitfalls
Here are some common problems to look out for:
1. Misspelled words - It's a good idea to spell-check a document, but it's not enough. A spell checker won't catch every error.
2. Wrong word used - This is why a spell checker isn't enough. A spell checker will only flag words it doesn't recognize. It can't tell if a legitimate word is used incorrectly. Some words commonly confused: accept, except; your, you're; then, than; there, their, they're; cite, site, sight; lay, lie; loose, loosen, lose. Also, look out for a missing "r" in the word "your." It's easy to overlook a sentence such as "Visit our Web site now to receive you free copy."
3. Grammar error - Again, if you know you're not a good writer, have someone else check your writing for grammatical errors. Mistakes make you look bad.
4. Punctuation error - This is another area where you'll benefit from a review by someone who knows their stuff. If you're determined to do it yourself, purchase a good grammar or style book. One of the most common punctuation problems: Too many stupid commas!
5. Vague or confusing statement - Make sure every sentence is crystal-clear. You don't want your promotional message to raise more questions than it answers.
6. Illogical statement - Read over what you have written slowly. At the end of each paragraph, ask yourself: "Did that make sense?" Rewrite so that it does.
Topic 6 ~ Frequency of Sending Emails ~
How Often (Frequency) Should You Send Email?
There's no quick answer to the frequency question. It depends on the goals for your email and the type of content you send. Some rough guidelines:
1. Mail at least once a month. Mail less often than this, and you risk being forgotten by recipients. Monthly is the bare minimum if you want to keep your brand or company name top of mind (a common email goal).
2. Let content be your guide. Look at what you provide readers and you'll get a feel for proper frequency. Analyze how often the information changes and how quickly readers must receive it to act on it.
3. Work within your resources. A daily email requires many more resources than a monthly. Better a well-done monthly email than shoddy weekly or daily. It's recommended to start with a monthly. Once that's going smoothly, they can think about moving to weekly. You need to walk before you can run!
4. Watch for trends. Declining response, open, and click-through rates can be signs of list fatigue. Though some decrease is normal, watch carefully and cut back frequency if you see a problem. Don't assume if the unsubscribe rate is stable you're OK. Many people prefer to forward email directly to their delete folder rather than unsubscribe.
Topic 7 ~ Understanding Spam Filters ~
Understanding Spam Filters to Avoid Your Emails Get Junked!
If you send email campaigns long enough, you will inevitably run into spam filter issues. On average, you can expect 10-20% of your emails to just get lost in cyberspace, mostly due to overzealous spam filters. Unfortunately, there is no quick fix. If you want to avoid getting your emails junked by spam filters, you have to understand how they work.
Generally speaking, spam filters look at a long list of criteria to judge whether or not your email is junk. For example, they might look for spammy phrases like "CLICK HERE!" or "FREE! BUY NOW!". They'll assign points each time they see one of those phrases.
Certain criteria get more points than others. Here's a sample of criteria from Spam Assassin, one of the most popular spam filters out there:
• Talks about lots of money (.193 points)
• Describes some sort of breakthrough (.232 points)
• Looks like mortgage pitch (.297 points)
• Contains urgent matter (.288 points)
• Money back guarantee (2.051 points)
• Why Pay More? (1.249 points) It's easy to use "spammy" keywords in your email without even knowing it.
Here are some common ways marketers unwittingly trigger spam filters with their campaigns:
1. Using spammy phrases, like "Click here!" or "Once in a lifetime opportunity!" too many times in your email. Sometimes, you can't avoid phrases like "FREE SHIPPING!" but use them sparingly, and don't do anything else risky.
2. Going crazy with exclamation points!!!!!!
3. USING ALL CAPS, WHICH IS LIKE YELLING IN EMAIL
4. Coloring their fonts bright red, or green
5. Coding sloppy HTML (such as by converting a Microsoft Word file to HTML)
6. Creating an HTML email that's nothing but one big image, with no text (since spam filters can't read images, they assume you're a spammer that's trying to trick 'em)
7. Using the word "Test" in the subject line (agencies run into this all the time, when sending drafts to clients for approval)
Topic 8 ~ Why Email Marketing Does not Work? ~
If Your Email Marketing Does not Work, Think Again Why?
Before you arrive at the faulty conclusion that email marketing doesn't work, let’s look at this from a different perspective for a moment that would make your emails ineffective.
First there's what you are writing in the body of the email. If this is your first attempt to get in touch with a prospect, what are you putting in the email? A dissertation? If it's longer than one or two paragraphs, it's too long. Look at your emails like an initial cold call. You need to laser in and deliver a compelling opening statement that's going to grab their interest and stimulate a conversation. Because there's no one to cut you off in an email or stop you from persistent pontification, people have tendency to ramble on and on in an email, giving the prospect the life story of the product or service they want them to consider. Keep it short and focus on the one or two benefits, opening up the opportunity to have a dialogue. That's it.
Second, are you sending attachments in the first email? No attachments! It's hard enough sending an unsolicited email to a prospect. Now you're adding more barriers and increasing the chances of your email winding up in their spam box or junk email folder. Some people have filters on their email that if an attachment is sent it automatically gets deleted. No attachment until that information in the attachment is solicited by the person.
Third, html or text? Once again, with all the email filters people use today, you will increase your odds by sending a text message only rather than trying to get fancy with formatting, graphics and pictures. The prospect really doesn't care about how beautiful your email looks; they care about the core message. Besides, they will never even get a chance to see your beautiful masterpiece in an html email if it's winding up in the trash.
Finally, you are using way too many spam words. As mentioned, the biggest enemy to email marketing or selling via email is the additional security that companies and individuals have on their network or computer. As such, the specific words you are using in the body of the email can be the culprit who is sending your email directly into the trash or spam box. In other words, you are using words that are often identified is spam and in turn, you email is getting flagged and deleted. Not even eye contact! The prospect is not getting a chance to, at the very least, see your email let alone read it and have a chance to respond accordingly.